Diabetes merupakan suatu penyakit yang tidak mudah disembuhkan secara sepenuhnya. Jalan satu-satunya jalan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan adalah dengan cara mengendalikannya.

Suntikan insulin saja tidak akan cukup bagi para pengidap diabetes tipe 1, namun mereka juga harus mengkombinasikannya dengan cara mengendalikan asupan makanan yang dikonsumsi sehari-hari.

Sayur ini bernama okra. Okra yang memiliki nama ilmiah Abelmochus esculentus ini bentuknya hampir mirip buncis, namun kulit luar okra lebih kasar serta lebih padat bila dibandingkan dengan buncis.

Umumnya lebih dikenal dengan nama kacang Arab, walaupun sebenarnya berasal dari Asia Tenggara dan sudah ada sejak beratus-ratus tahun yang lalu. Okra umumnya tumbuh di daerah beriklim tropis serta subtropis.

Di Indonesia sendiri sayuran okra masih belum begitu populer, padahal di beberapa negara sayur ini sudah sangat terkenal. Apabila buahnya dipotong secara melintang maka akan terlihat bahwa sayuran ini berlubang-lubang serta mengeluarkan lendir. Dan ini saja sudah menjadi bukti bahwa okra kaya akan serat.

Okra mengandung glutatuon atau komponen antioksidan yang bermanfaat untuk menjaga sel-sel tubuh kita agar tetap sehat serta sebagai penangkal radikal bebas yang dapat menyebabkan kanker.

Dalam 100 gram okra terkandung 7 gram karbohidrat serta 70 hingga 90 miligram kalori. Bijinya juga mengandung minyak yang kaya akan asam lemak tak jenuh seperti asam linoleat serta asam oleat.

Buah okra mengandung protein yang cukup tinggi serta lemak yang relatif rendah. Serta mengandung mineral yang penting seperti kalium serta fosfor.

Okra termasuk sayuran yang kaya akan serat pangan. Serat pangan ini sangatlah penting bagi tubuh kita karena dapat mencegah susah buang air besar, obesitas, kolesterol tinggi, diabetes, serta dapat mencegah kanker kolon.

Serat pangan sendiri terbagi menjadi dua jenis yaitu serat larut serta serat yang tidak larut. Serat larut air memiliki kemampuan menurunkan kadar kolesterol dalam darah. Dengan cara menahan masuknya cairan garam empedu dari usus ke dalam darah, sehingga garam empedu dapat dikeluarkan dan dibuang.

Serat yang tidak larut dalam okra memiliki peranan yang penting dalam mencegah berkembangnya kanker kolon.  Serat tidak larut akan meningkatkan volume tinja, sehingga mengencerkan konsentrasi senyawa-senyawa yang bersifat karsinogen di dalam usus. Dalam kondisi yang seperti ini kesempatan senyawa karsinogen untuk berinteraksi dengan dinding usus menjadi menurun, sehingga memperkecil kemungkinan terjadinya kanker.

Serat tidak larut juga dapat memperlambat waktu transit kotoran dalam usus, sehingga semakin memperlancar buang air besar. Serat dayng difermentasikan oleh bakteri di dalam usus yaitu bakteri asam laktat yang bersifat menguntungkan akan menurunkan tingkat keasaman pada susu besar, sehingga dapat menekan berkembangnya kanker kolon.

Pengidap diabetes umumnya mengkonsumsi sayuran unu dengan cara memotong okra tipis-tipis secara melintang, kemudian direndam dalam air matang, lalu didiamkan beberapa saat, kemudian di saring. Air matang yang telah disaring tadi telah bercampur dengan lendir okra sehingga menjadi kental. Air itulah yang diminum secara rutin.

 

 

 

Related Posts :

  • Memilih bahan makanan untuk konsumsi sehari-hari bukanlah suatu hal yang mudah dan sederhana bagi orang yang mengidap penyakit diabetes. Te ...

  •   Sudah pernahkah anda mendengar tentang buah pepino ? Buah ini masih belum begitu dikenal secara luas di Indonesia. Namun di Amerika buah ...

  •   manfaat buah belimbing Belimbing¬†memiliki nama ilmiah Ave ...

  • Semua jenis kacang-kacangan dapat digunakan di hampir semua resep makanan yang ada di dunia. Mulai dari hidangan pembuka, hidangan utama hingg ...

  • Ada beberapa hal yang harus kita lakukan untuk tetap mempertahankan kesehatan kita. Salah satunya adalah selalu mengkonsumsi sayur-sayuran yan ...

Leave a Reply

Post Navigation